Update Harga
PT. SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)

Berita / 15 Desember 2016

SMF Luncurkan EBA-SP, Sebagai Komitmen Pengembangan Sekuritisasi KPR di Indonesia

Jakarta, Selasa (15/12) – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, menyelenggarakan Grand Launching EBA-SP dan Economic Outlook 2016, yang bertempat di Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta. Melalui peluncuran instrumen sekuritisasi Efek Berangun Aset berbentuk Surat Partisipasi, (EBA-SP) ini SMF kembali merealisasikan komitmennya dalam mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan (PPSP) dan mendukung Program Satu Juta Rumah, yang dicanangkan Pemerintah.

Acara Grand Launching tersebut dilakukan oleh Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto, bersama Menteri Keuangan RI, Bambang Brojonegoro, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto, dan Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Maurin Sitorus.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto, mengungkapkan bahwa peluncuran instrumen sekuritisasi KPR dengan EBA-SP ini diharapkan  dapat mempercepat proses pertumbuhan volume KPR, dengan tujuan mulia “merumahkan” masyarakat Indonesia, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sebagai bentuk dukungan kepada Program Satu Juta Rumah, yang  telah dicanangkan oleh Pemerintah.

“Transaksi sekuritisasi ini merupakan tonggak sejarah bagi SMF karena transaksi dilaksanakan sesuai amanat pemegang saham berdasarkan Perpres No.1 Tahun 2008 Jo. No.19 Tahun 2005,” tegas Raharjo Adisusanto.

Raharjo menambahkan bahwa transkasi dengan menggunakan skema EBA-SP ini juga merupakan tonggak milestone dari pengembangan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan di Indonesia, sekaligus menciptakan market deepening  di pasar modal Indonesia, karena bertambahnya alternatif investasi bagi para pemodal.

Pada dasarnya dalam transaksi EBA-SP, SMF berperan sebagai penerbit, selain itu SMF dapat juga berperan sebagai penata sekuritisasi, pendukung kredit dan investor. Sedangkan bank atau lembaga penyalur KPR, berperan sebagai kreditur asal, dan penyedia jasa. Nantinya hasil sekuritisasi akan digunakan untuk mendanai program KPR.

“ Kami optimis pasar akan semakin yakin akan efek ini, karena penerbitnya adalah SMF, BUMN yang memiliki posisi sentral dalam pengembangan PPSP, yang dimiliki 100% oleh Pemerintah,” kata Raharjo Adisusanto.

Sebelumnya, SMF juga telah melakukan pencatatan perdana atas Efek Beragun Aset, berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) KPR “SMF-BTN01” di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan rating AAA dari PT. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), pada Kamis 3 Desember 2015. Listing  EBA-SP perdana di Indonesia tersebut mempertegas posisi SMF dalam menjalankan kegiatan sekuritisasi sebagai penerbit EBA-SP sesuai dengan Pepres 1/2008 Jo.19/2005, sekaligus memperkuat pasar keuangan Indonesia dan mendukung pengembangan basis investor domestik.

Proses pelaksanaan sekuritisasi dengan menggunakan instrumen EBA-SP telah melalui perjalanan panjang sejak didirikannya SMF pada tahun 2005, hingga akhirnya terbit peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 23/POJK.04/2014, tentang Pedoman Penerbitan Dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan pada November 2014, dan pendukung lainnya  diantaranya peraturan Bursa Efek Indonesia, Peraturan KSEI, Perpajakan sampai dengan arahan investasi bagi dana pensiun dan asuransi.

×